Mei 15th, 2013, posted in Kota, Malaysia
Masih ingat kisah semalam di Melaka yang kutulis beberapa minggu yang lalu. Yap, kala itu, di bulan Januari tahun 2013, aku dan dewi berkesempatan berkunjung ke salah satu kota yang sarat akan sejarah masa kolonialisme tersebut. Tapi sayangnya, kala itu kami berdua tiba di Melaka saat hari sudah gelap, padahal dari beberapa foto yang beredar di internet, panorama terbaik Melaka adalah saat senja datang. Sedangkan keesokan harinya, ketika hari masih belum terlalu siang, kami sudah pergi meninggalkan Melaka menuju Kuala Lumpur. Sehingga tidak banyak sudut kota yang bisa kami jelajahi dengan waktu yang singkat tersebut.

Dua bulan berselang, tepatnya di bulan Maret 2013, aku berkesempatan kembali ke Melaka. Kebetulan dapat tiket promo lagi dari Air Asia Surabaya Kuala Lumpur. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berburu senja di Melaka. Perjalanan kali ini, aku tidak ditemani oleh dewi, tapi oleh my partner in crime di kantor.
April 25th, 2013, posted in Budaya, Kota, Malaysia
Salah satu tempat favoritku kala berkunjung ke Kuala Lumpur bulan Januari 2013 yang lalu adalah Kuala Lumpur City Gallery. Terletak di area Dataran Merdeka, Kuala Lumpur City Gallery menawarkan sebuah pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga buatku, yaitu bagaimana Malaysia mengembangkan potensi ekonomi kreatif di tengah tumbuh pesatnya sektor pariwisatanya.

Menuju Kuala Lumpur City Gallery relatif tidak mudah, karena tidak ada jaringan LRT maupun monorail yang melewati kawasan Dataran Merdeka. Stasiun LRT terdekat adalah stasiun pasar seni. Dari sini kita berjalan kaki ke arah pusat souvenir Central Market dan Kesturi Walk. Di ujung jalan kesturi walk, ambil belok ke kiri untuk kemudian jalan lurus hingga sampai di area dataran merdeka. Kuala Lumpur City Gallery terletak di sebelah barat dataran merdeka, tepatnya di dekat Perpustakaan Nasional Kuala Lumpur. Untuk mengetahui letaknya cukup mudah, cari saja sebuah tugu bertuliskan I Love KL.
Maret 26th, 2013, posted in Kota, Malaysia, Wisata
Di era modernisasi seperti sekarang ini, keberadaan sebuah taman kota mutlak diperlukan bagi kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Bangkok dan kota-kota besar lain di seluruh dunia. Selain sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka hijau, taman kota ini juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan berkumpul bagi para warga kotanya.

Salah satu taman kota yang indah yang pernah ku singgahi adalah KLCC Park. Terletak di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, taman kota seluas 20 hektar ini merupakan salah satu kebanggan rakyat Malaysia. Untuk menemukan KLCC park ini tidak terlalu sulit, karena lokasinya yang tepat berada di sekitaran salah satu bangunan ikonik Malaysia, Menara kembar Petronas.
Untuk menuju ke KLCC Park amat sangat mudah. Dengan menumpang jaringan LRT putra line dan turun di stasiun KLCC, maka kita sudah sampai di KLCC Park.
Maret 20th, 2013, posted in Budaya, Malaysia, Wisata
Mendengar nama Melaka (atau Malaka), aku yakin sebagian besar dari kita langsung terbayang akan sebuah selat yang memisahkan pulau sumatera, Indonesia dengan semenanjung malaya. Sebuah selat yang merupakan salah satu selat tersibuk di dunia. Tidak salah memang, tapi tahukah anda nama Malaka tidak hanya milik sebuah selat, tetapi juga milik sebuah kota. Dan kota ini tidak kalah tenarnya dari sang selat.

Bulan Januari 2013 lalu, aku dan istri telah menjejakkan kaki di Malaka. So amazing. Lagi-lagi, tiket promo Air Asia membawa kami terbang bertualang, menjelajah dunia, meski masih sekitaran asia tenggara saja, he he he. But, Alhamdulillah. Itu sudah merupakan pengalamana yang sangat berarti bagi kami.
Malaka, sebuah kota yang namanya sudah termahsyur sejak ratusan tahun yang lalu. Sejarah mencatat, Malaka mulai berdiri sejak awal abad 15. Didirikan oleh Prameswara, yang juga terkenal dengan nama Raja Iskandar Syah. Pertengahan abad 15, dibawah pimpinan Sultan Mudzaffar Syah, Malaka mengalami masa kejayaan. Saat itu Malaka menjadi kota pelabuhan, pusat perdagangan sekaligus penguasa di kawasan selat Malaka.
Februari 28th, 2013, posted in Indonesia - Kalimantan Timur, Kuliner
Bertandang ke kota-kota di Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang ataupun Tarakan, sepertinya tak lengkap kalau belum menyantap aneka olahan sea food. Lebih spesifik lagi, aneka masakan kepiting. Yap, si tuan crabs ini adalah salah satu makanan yang paling banyak diburu di Kalimantan Timur. Saking populernya, aneka jenis masakan kepiting ini menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kalimantan Timur.

Banyak sekali macam olahan kepiting di Kaltim ini, mulai dari kepiting rebus, kepiting asam manis, kepiting lada hitam, kepiting saus tiram dan masih banyak yang lain. Beberapa contoh yang kusebutkan di atas adalah beberapa yang sudah pernah mampir di lidahku.
Februari 11th, 2013, posted in Indonesia - Kalimantan Timur, Masjid, Wisata
Jikalau datang ke kota Samarinda, sang ibu kota propinsi Kalimantan Timur, selepas melewati jembatan sungai Mahakam, kita akan disambut oleh sebuah bangunan masjid yang sangat megah dan indah. Itulah Masjid Islamic Center yang merupakan kebanggan kota Samarinda.

Terus terang aku langsung jatuh cinta pada masjid cantik ini pada pandangan pertamaku. Ketika itu mobil yang kutumpangi sejak tiba di bandara ,Sepinggan Balikpapan melewati masjid ini. Saat itu ingin rasanya aku meminta pak sopir untuk berhenti sejenak, sekedar untuk beristirahat dan juga menyempatkan diri untuk sholat. Perjalanan darat 3 jam dari Balikpapan tentunya sangat melelahkan. Tetapi niat itu akhirnya kuurungkan karena kulihat rekan-rekan yang semobil denganku tampak tengah tertidur pulas. Selain memang sudah dekat dengan tempat tujuan, aku merasa tidak perlu terburu-buru karena aku akan berada di Samarinda selama 4 hari.
Februari 10th, 2013, posted in Indonesia - Kalimantan Timur, Kota
Akhir Januari 2013 yang lalu dan hingga beberapa bulan kedepan, insya Allah aku bakal cukup sering bertandang ke kota Samarinda, salah satu kota terbesar di Kalimantan sekaligus ibu kota dari propinsi Kalimantan Timur. Kota Samarinda mempunyai julukan kota tepian. Ini tidak lain karena letak geografisnya yang berada di tepian sungai Mahakam.

Meskipun berstatus sebagai ibu kota, gerbang utama propinsi Kalimantan Timur justru tidak berada di kota Samarinda, melainkan di kota Balikpapan. Bandara Udara Sepinggan, berada di kota Balikpapan, pun pelabuhan utama propinsi Kaltim juga terletak di Balikpapan. Hal yang sempat membuatku terheran-heran, karena di hampir kebanyakan propinsi di tanah air, bandara dan pelabuhan berlokasi di ibukota propinsi. Kalaupun tidak di ibukota, ya di pinggiran ibu kota yang berjarak kurang dari satu jam perjalanan.
Januari 22nd, 2013, posted in Indonesia - Kalimantan Timur, Kota, Wisata
Sore itu, di antara langit nusantara yang tengah dipenuhi awan-awan gelap, sebuah pesawat terbang mendarat mulus. Roda-roda sang pesawat bergesekan dengan lembut dengan aspal bandara, membuat pendaratan kali ini terasa sangat nyaman bagi para penumpang.

Sore itu, Selasa, 15 Januari 2013, Garuda Indonesia GA0352, telah dengan sempurna membawaku terbang dari Surabaya ke Balikpapan. Penerbangan dari Surabaya menuju kota Balikpapan memakan waktu sekitar 1 jam lebih 25 menitan. Satu lagi kota kusinggahi, satu lagi propinsi ku jejak. Dan kali ini aku akhirnya diberi kesempatan untuk berkunjung Kalimantan Timur, East Borneo.
Lagi-lagi, tugas dinas dari kantor yang membawaku hingga ke propinsi yang konon adalah propinsi terkaya di Indonesia ini. Alhamdulillah.
Januari 3rd, 2013, posted in Budaya, Indonesia - Jawa Timur, Kuliner, Wisata
Detik berganti detik. Menit demi menit berlalu berganti jam. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan akhirnya tanpa terasa tahun pun berganti. 2012 telah berlalu, meninggalkan berjuta kisah dan kenangan. Coretan-coretan cerita yang kualami di sepanjang perjalanan selama tahun 2012 yang baru berlalu, berikut beberapa frame foto hasil bidikan dari sepasang mata minusku hampir semuanya sudah kutuangkan di blog ini, sebagai sebuah dokumentasi sekaligus sarana berbagi.

Dan kisah perjalananku menyusuri jengkal demi jengkal bumi Allah di tahun 2012 ini diakhiri dengan cerita penjelajahanku di pulau garam madura yang kuberi tajuk Road Trip Madura 2012. Ini adalah ceritaku bersama dua orang sahabat, rekan sekaligus my partner in crime sehari-hari di kantor kala melancong ke Madura pada liburan panjang natal yang lalu, tepatnya hari sabtu, tanggal 22 Desember yang lalu.

Sebenarnya terlalu hiperbolis tajuk yang kusematkan untuk perjalanan ini. Tokh perjalanan kami bertiga hanya menyusuri sebagian kecil dari pulau madura, tepatnya di pesisir barat. Tapi tak apalah, dengan judul yang wah seperti ini, ada sebuah cita-cita dari kami, pada suatu hari nanti kami akan melanjutkan perjalanan ini hingga ke timur madura.
Desember 25th, 2012, posted in Budaya, Indonesia - Jawa Tengah, Wisata
Pernah mendengar nama Masjid Al Aqsa di kota Kudus? Mungkin sedikit yang pernah mendengarnya. Tapi jika pertanyaan dirubah, pernah mendengar nama Masjid Menara Kudus? Aku yakin kali ini cukup banyak yang akan mengacungkan jarinya. Padahal sejatinya Masjid Al Aqsa Kudus dan Masjid Menara Kudus adalah nama dari masjid yang sama, hanya saja memang nama Masjid Menara Kudus lebih populer.

Long weekend bulan November 2012 yang lalu, aku dan dewi berkesempatan untuk berkunjung ke Masjid yang penuh dengan nilai sejarah ini, kala bersilaturahmi ke rumah saudara di Kudus. Konon berkunjung ke Kudus kurang lengkap kalau belum mampir ke Masjid Menara Kudus.
Masjid Menara Kudus ini adalah salah satu masjid tertua di pulau Jawa dan merupakah salah satu masjid yang mempunyai peranan penting dalam penyebaran islam di pulau jawa. Didirikan pada abad 16 Masehi, tepatnya tahun 1549 oleh Jafar Sodhiq atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus (sumber : kompasiana). Lokasi Masjid Menara Kudus ini tidak jauh dari pusat kota kudus dan relatif sangat mudah menemukannya. Hanya berjarak kurang dari 1 km sebelah barat alun-alun kota Kudus.