• 1

    Dec

    Suatu Pagi Di Stasiun

    Stasiun telah ramai pagi ini. Padahal dua jarum sebuah jam dinding yang terpasang di tembok stasiun baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Entahlah apa yang telah membuat para manusia sudi berhiruk-pikuk di stasiun sepagi ini. Apakah para manusia itu mempunyai waktu yang berbeda dengan waktu stasiun. Setahu saya didunia ini, pada setiap tempat, Tuhan hanya memberikan satu waktu saja, tidak kurang dan tidak lebih sedetikpun. Seorang anak muda baru saja masuk kedalam stasiun. Dia membawa sebuah tas ransel besar. Dia memakai kaus berwarna putih dan celana jeans biru yang sudah sangat kumal. Wajahnya sebenarnya tidak bisa dibilang ramah. Rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan terurai. Di wajahnya terdapat bekas sayatan pisau yang melintang panjang sedikit dibawah mata kirinya. Badanny
-

Author

Follow Me