• 26

    Oct

    Semalam di Purwokerto - Tur de Jateng 2013 (4)

    Tempe Mendoan, itulah hal pertama yang ada di benak kami semua, begitu roda-roda mobil Erti yang dikemudikan Zemmy menyentuh aspal kota Purwokerto. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan kondisi perut kami sudah pada keroncongan. Apalagi masih ada sisa rasa kecewa karena kehabisan tempe mendoan ketika rehat di Wonosobo tadi. Jadilah, kegiatan pertama kami setibanya di Purwokerto adalah berburu tempe mendoan. Mendoan adalah salah satu jenis kudapan dengan bahan dasar tempe yang konon berasal dari Purwokerto. Tempe diiris tipis dan lebar, dibalut dengan tepung yang sudah dibumbui lalu digoreng setengah matang. Jadi bentuknya bukan kering, tapi lembek. Paling enak ketika masih baru keluar dari penggorengan. Biasanya tempe mendoan disajikan bersama bumbu kacang. Malam itu, kam
  • 9

    Oct

    Temanggung - Wonosobo, Switzerland Van Java - Tur de Jateng 2013 (3)

    Perjalanan kami telah memasuki kota Temanggung setelah lepas dari Magelang. Dua buah gunung langsung menyambut kedatangan kami dengan kegagahan dan keelokannya. Sindoro Sumbing, nama dua buah gunung tersebut. Setelah menderu dengan cukup santai, karena jalananan yang relatif datar serta macet di kota Magelang, kami memasuki kembali trek yang berkelok-kelok. Kami beruntung kabut tidak terlalu pekat di kota Temanggung saat itu. Dari dalam kaca mobil kami bisa melihat bagaimana wujud dari Sang Gunung yang tinggi menjulang di tengah langit yang membiru dengan gumpalan kapas memenuhi bagian puncaknya. Di kaki gunung, tampak hamparan hijau bagaikan untaian permadani zamrud. Di antara hijaunya pepohonan terlihat rumah-rumah penduduk yang berdiri berhimpitan. Ingin rasanya aku meminta mobil be
  • 6

    Oct

    Berkelok-kelok diantara Merapi dan Merbabu - Tur de Jateng 2013 (2)

    New Selo, sebuah tulisan besar terbaca oleh mataku. Tulisan bercat putih kusam itu terpajang di atas deretan kedai yang menjual aneka makanan dan minuman ringan. Oke guys, check point kedua kita. Gardu Pandang New Selo, ujar Hikma sesaat setelah memarkir mobilnya dengan sempurna. Tanpa di komando lagi, aku dan para penumpang mobil lainnya langsung melesat keluar. Hawa sejuk langsung menyeruak begitu kepalaku menyembul dari dalam mobil. Hmm. Aku hirup dalam-dalam oksigen yang tersedia itu dan kupersilahkan mereka memenuhi rongga paru-paruku. Rasanya sangat segar dan menenangkan. *Fiuh* Masih terngiang ketegangan yang kami alami beberapa menit yang lalu. Lepas dari kota Solo, memasuki kabupaten Boyolali, jalanan yang tadinya lurus lurus saja, berubah menjadi kelokan-kelokan tajam dengan t
  • 27

    Sep

    Lezatnya Sarapan bersama Soto Kuali - Tur de Jateng 2013 (1)

    Enam buah mangkuk kosong tertata rapi di sebuah tatakan. Tidak lama berselang seseorang mengisinya dengan nasi, potongan daging sapi, daun seledri, toge dan bawang goreng. Terakhir, bahan-bahan tadi disiram dengan kuah panas yang diambil dari sebuah kuali. Dengan diiringi kepulan asap tipis, mangkuk-mangkuk tersebut pun akhirnya tersaji di depan kami berenam. Aroma segar yang semerbak dari asap yang mengepul serta merta membangkitkan selera makan kami. Ditambah lagi dengan kondisi perut yang memang sudah sangat lapar, kami pun dengan buas memakannya. Tapi tetaplah, sebuas-buasnya, baca bismillah dulu :). Dan hanya dalam waktu beberapa menit saja, isi mangkuk-mangkuk itu sudah berpindah dengan sukses ke perut kami. Alhamdulillah. Begitu nasi, daging dan kuah panas itu masuk kedalam mulu
  • 25

    Sep

    Tour de Jateng 2013

    Jawa Tengah, sebuah propinsi yang terletak di jantung pulau Jawa dengan Semarang sebagai ibu kota propinsi. Di sepanjang hidupku, aku sangat jarang menjejakkan kaki di Jawa Tengah. Kalau dihitung jari, hanya dua kota di Jateng yang pernah kusinggahi, yaitu Semarang dan Magelang. Magelang itupun terbatas hanya di daerah Borobudur saja. Kalau Jogja? Aku memang beberapa kali singgah ke kota gudeg ini, tapi Jogja bukannya propinsi tersendiri yang terpisah dari Jawa Tengah. Sebagai warga Jawa Timur, hal ini sebenarnya cukup ironis, karena Jateng letaknya sangat dekat dengan Jatim. Tapi mau bagaimana lagi, aku memang tidak mempunyai kerabat ataupun sahabat yang tinggal di propinsi yang sangat kental dengan adat Jawanya ini. Jadi, ketika ada undangan resepsi pernikahan dari seorang rekan kerja
  • 25

    Dec

    Mengagumi Arsitektur Masjid Menara Kudus

    Pernah mendengar nama Masjid Al Aqsa di kota Kudus? Mungkin sedikit yang pernah mendengarnya. Tapi jika pertanyaan dirubah, pernah mendengar nama Masjid Menara Kudus? Aku yakin kali ini cukup banyak yang akan mengacungkan jarinya. Padahal sejatinya Masjid Al Aqsa Kudus dan Masjid Menara Kudus adalah nama dari masjid yang sama, hanya saja memang nama Masjid Menara Kudus lebih populer. Long weekend bulan November 2012 yang lalu, aku dan dewi berkesempatan untuk berkunjung ke Masjid yang penuh dengan nilai sejarah ini, kala bersilaturahmi ke rumah saudara di Kudus. Konon berkunjung ke Kudus kurang lengkap kalau belum mampir ke Masjid Menara Kudus. Masjid Menara Kudus ini adalah salah satu masjid tertua di pulau Jawa dan merupakah salah satu masjid yang mempunyai peranan penting dalam penye
  • 10

    May

    Batik Lasem

    Suatu hari, di pertengahan bulan April 2012 yang lalu, aku mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Kala itu, aku tengah ditugaskan selama 3 hari di kota Rembang. Pada hari kedua, Andreas, sahabatku sekaligus rekan kerjaku di Rembang, mengajakku dan Mbak Yama ke kota Lasem. Disana aku diajaknya mengunjungi salah satu sentra pengrajin Batik tulis Lasem yang gallerynya diberi nama “Ningrat Batik Tulis Lasem”. Akhirnya, keturutan juga berkunjung sekaligus membeli batik Lasem setelah sebelum sebelumnya gagal terus. Padahal aku cukup sering dinas luar ke kota Rembang. Satu lagi yang bikin hati ini girang luar biasa, Andreas membawa kami langsung ke pusat pengrajinnya, jadi disini kami tidak hanya melihat koleksi kain batik, tapi bisa melihat langsung proses pembuatan kai
  • 6

    Jun

    Mbolang di Karimun Jawa (Part 3 Going Home)

    Dan hari itu pun tiba. Setelah berpetualangan menjelajahi bumi Karimun Jawa selama dua hari penuh, akhirnya saat kepulangan itu datang. Hujan deras turun membasahi pulau karimun semenjak subuh tadi. Angin berhembus cukup dingin. Sejak jam 5.15 pagi, kami bertujuh sudah siap di depan homestay, menunggu jemputan yang akan membawa kami ke pelabuhan. Tiket kapal sudah dibagi tadi malam bersamaan dengan pembagian foto. Tas pun sudah di packing. Sarapan pagi pun sudah dilahap habis. Panitia travel berjanji akan menjemput kami jam 5.30 pagi agar kami bisa mendapatkan tempat duduk yang enak di kapal. Tapi melihat hujan yang turun dengan derasnya di pagi ini membuat kami sedikit cemas. Saat kedatangan kami di Karimun Jawa tiga hari yang lalu, penjemput kami adalah mobil bak terbuka. Nah, jika p
  • 5

    Jun

    Karimun Jawa, the paradise (Part 2 - Day of Adventure)

    Hari ini (14/5/2011) dimulai sejak pukul 4.30 pagi. Aku terbangun dengan kondisi yang sangat segar dan tidak sabar untuk segera memulai semua petualangan di kepulauan yang indah ini. Perjalanan hari ini dimulai sejak pukul 7 pagi. Dari homestay kami berjalan bersama menuju dermaga kecil, tempat berlabuhnya kapal nelayan. Jarak dari homestay kami ke dermaga cukup dekat, sehingga jalan kaki ini sekaligus pemanasan sebelum nyemplung di laut nanti. Di dermaga suasana sudah sangat ramai. Begitu ramainya hingga memancing Syah Bandar untuk keluar kantornya sekedar melakukan inspeksi mendadak terhadap kapal-kapal nelayan yang disewa para wisatawan untuk hoping island. Dan ternyata banyak dari kapal-kapal tersebut yang dinyatakan overload. Kapasitas jumlah penumpang kapal nelayan yang distandard
  • 27

    May

    Menikmati Laut Karimun Jawa (Part1 Hari Keberangkatan)

    Have you heard about Karimun Jawa Island? Mungkin jika pertanyaan itu dilontarkan sekarang, banyak sekali orang yang menganggukkan kepala. Dan mungkin banyak dari mereka yang sudah pernah mengunjungi kepulauan yang terletak di utara Jawa Tengah tersebut. Tapi bagaimana jika pertanyaan tersebut dilontarkan dua atau tiga tahun yang lalu. Mungkin hanya sedikit yang tahu. Aku sendiri mulai mengenal Karimun di sekitar pertengahan tahun 2009 dari cerita seorang teman yang habis melancong kesana. Cukup aneh memang, karena nama Karimun Jawa sendiri sebenarnya cukup akrab denganku sejak kecil. Kebetulan di komplek perumahan tempat aku tinggal semasa remaja, ada sebuah blok yang diberi nama Jalan Karimun Jawa, dan blok ini hanya selisih dua blok dengan rumahku. Sejak dua tahun terakhir ini, nama
- Next

Author

Follow Me