• 20

    Oct

    Berburu Intan di Martapura

    ———— “Martapura, Kota Baintan” ———— Berkunjung ke Banjarmasin dan propinsi Kalimantan Selatan, tidak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke Martapura. Kota yang terletak di sebelah timur kota Banjarmasin dan hanya berjarak satu jam perjalanan saja ini sudah lama tersohor sebagai penghasil intan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Intan, salah satu jenis bahan mineral yang dimanfaatkan sebagai perhiasan selain emas, perak dan permata, adalah komoditas utama Martapura dan salah satu roda penggerak ekonomi utama propinsi Kalimantan Selatan, selain batubara. Intan di martapura sudah digali sejak ratusan tahun yang lalu, tepatnya ketika masa penjajahan kolonial Belanda. Salah satu kawasan yang paling terkenal sebagai pusat penam
  • 23

    Aug

    Mendayung Sampan di Lok Baintan

    Alunan riak-riak air mengalun di telingaku. Suaranya lirih dan merdu. Mereka berdendang berirama dengan hembusan sang bayu yang menerpa wajahku. Di ufuk timur sana, langit tampak jingga merona. Matahari masih belum mencapai bulat sempurna. Di pagi yang hening itu, sebuah sampan kecil bergerak pelan membelah sungai. Ada dua penumpang diatasnya, aku dan pak Roni, sang nakhoda. Usianya sudah hampir 50 tahun, tapi lengannya masih kokoh dan kuat untuk mendayung, mengemudikan sampan. Ribuan butir air terbang ke udara setiap kayuhan dayungnya mencabik badan sungai. Mereka tampak berkilau keemasan terpapar sinar sang surya. Semakin jauh sungai disusur, semakin pudar hitamnya kegelapan, keheningan semakin lenyap. Berganti keriuhan yang perlahan demi perlahan muncul. Dan setelah tiga puluh menit
  • 11

    Sep

    Mencicipi Soto Banjar Asli Kuin

    Awal Bulan September 2012 ini, aku berkesempatan mengunjungi lagi Kalimantan Selatan. Lagi-lagi masih dalam rangka dinas. Dan masih dengan rekan-rekan yang sama kala keberangkatan bulan Agustus yang lalu. Satu hari kami stay di kota Banjarmasin, sedangkan tiga hari lainnya kami habiskan di kota Asam Asam. Dalam kesempatan stay sehari di kota Banjarmasin, kami memanfaatkannya untuk berkunjung kembali ke Pasar Terapung Muara Kuin. Kali ini bukan pasar terapungnya yang membuat penasaran, tetapi sensasi sarapan pagi Soto Banjar di atas kapal yang membuat kami datang kembali ke Muara Kuin. Pada kunjungan pertama yang lalu, kami tidak sempat merasakan sensasi itu, karena saat itu tengah berpuasa ramadhan. Konon, kata seorang teman, dari daerah Kuin-lah, Soto Banjar berasal. Tak heran di beber
  • 8

    Sep

    Lok Baintan, The Greatest Floating Market

    Setelah sehari sebelumnya, aku mengunjungi Pasar Terapung di Muara Kuin, kota Banjarmasin, Hari itu aku dan teman-teman mengunjungi satu lagi pasar terapung yang berada di propinsi Kalimantan Selatan. Namanya Pasar Terapung Lok Baintan. Terletak di aliran Sungai Tabuk, pasar terapung ini berjarak sekitar satu jam lima belas menit perjalanan dari kota Banjarmasin. Untuk menuju pasar terapung ini dari kota Banjarmasin, kita bisa menggunakan kelotok, dengan menyusuri sungai ataupun dengan mobil. Kalau berkunjung kesana pagi itu, kami lewat jalur darat. Kunjungan sehari sebelumnya ke Pasar Muara Kuin membuatku tidak berekspektasi terlalu banyak pada Lok Baintan. Bayangan tentang riuhnya pasar terapung dengan ratusan jukung, ibu-ibu pedagang yang bertopi lebar lengkap dengan aneka macam hasi
  • 4

    Sep

    Picture Story : Pulang

    Kala mentari baru saja memancarkan sebagian energinya. Kala sisa-sisa dinginnya angin malam masih terasa menembus kulit. Kala nadi pasar terapung masih berdenyut di antara riak-riak sungai kuin yang berwarna kecokelatan. Kala itu, sepasang mataku menatap lekat seorang ibu yang tengah mengayuh jukungnya di belantara sungai kuin yang sangat luas. Tidak ada yang istimewa dari ibu itu sebenarnya. Pakaiannya, jukungnya, bedak dinginnya, hampir sama dengan ibu-ibu pedagang lain yang meramaikan suasana pagi di pasar terapung muara kuin. Yang membuat dirinya beda adalah kenyataan bahwa ibu itu mendayung jukungnya justru menjauhi keramaian pasar. Tatkala pasar masih sangat riuh oleh transaksi, dia justru pergi meninggalkannya. Pulang, itulah tak lain tujuannya. Purna sudah tugasnya di hari ini.
  • 2

    Sep

    Menyambut Pagi di Pasar Terapung Muara Kuin

    Pagi itu, adzan subuh baru saja berkumandang sekitar 20 menit yang lalu di kota seribu sungai, Banjarmasin. Suasana masih sangat gelap. Di ufuk timur, matahari belum menampakkan diri secara utuh. Yang tampak hanyalah semburat jingganya. Di hari yang masih gelap itu, aku dan teman-temanku sudah berada didalam mobil untuk memulai perjalanan menjelajahi ke-eksotisan budaya Kalimantan Selatan. Yap, pagi ini, kami ingin menikmati riuhnya Pasar Terapung Muara Kuin. Pasar ini terletak di sungai kuin, salah satu anak sungai Barito. Mata kami semua sebenarnya masih sangat berat untuk terbuka. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah satu-satunya cara untuk bisa melihat eloknya pasar terapung muara kuin. Pasar terapung muara kuin mulai beroperasi dari jam 6 pagi hingga sekitar jam 8 atau maksimal jam
  • 26

    Aug

    First Step at Borneo

    Sepasang kaki wongkentir akhirnya mendarat di pulau Borneo. Lagi-lagi tugas dari kantor membawaku terbang menjelajah, menapaki satu lagi sebuah gugusan pulau yang terhampar di bumi Allah ini. Alhamdulillah. Ini adalah sebuah rahmat dan kesempatan yang luar biasa buatku. Jejak langkah pertamaku di bumi Kalimantan ini tercipta di Apron Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hari itu adalah Senin, 6 Agustus 2012. Cuaca yang cukup panas dan menyengat di pertengahan bulan Ramadan 1433 H menyapaku dengan ramah begitu keluar dari pintu pesawat Sriwijaya Air. Satu jam lamanya pesawat ini membawaku terbang melintasi laut jawa, dari Surabaya menuju Banjarmasin. Ku hirup dalam-dalam oksigen yang terhampar disitu dan kubiarkan mereka bergerak bebas mengisi relung-relung nafasku. S
-

Author

Follow Me