• 2

    Aug

    Pesona Phinisi

    ———— “Ada bukti nyata bahwa nenek moyang kita memang seorang pelaut. Datanglah ke Tanah Beru, dan saksikan bagaimana Phinisi dibuat” ———— Di suatu sore yang cerah di bulan Mei 2014 yang lalu. Ketika itu aku, istri dan kedua adikku tengah menjelajahi jalur selatan pulau Sulawesi, dari kota Makassar menuju Tanjung Bira. Sudah sekitar lima jam lebih perjalanan yang kami tempuh dengan menggunakan sebuah mobil yang kami sewa. Mobil sendiri mulai bergerak meninggalkan kabupaten Bantaeng dan memasuki Kabupaten Bulukumba. Ini ditandai dengan adanya sebuah monumen berbentuk kapal phinisi. Ingin rasanya berhenti sejenak mengambil foto disana, tetapi entah mengapa aku hanya terdiam saja dan membiarkan mobil terus melaju ke timur. Sebuah pe
  • 23

    Jul

    Kilauan Liukang Loe

    ———— “Sudah sampai di Tanjung Bira? Tambahkan satu lagi jumlah pulau di bumi ini yang telah kalian jejak dengan mengunjungi Liukang Loe” ———— Deru mesin kapal terdengar merdu di telingaku. Suaranya bersahut-sahutan dengan kecipak gelombang laut yang terhantam badan kapal. Diantara riak-riaknya, sesekali air laut melompat masuk kedalam kapal. Mereka memercikkan diri ke bajuku seolah-olah ingin berkenalan. Aku hanya tersenyum. Aku balas salam mereka dengan memasukkan telapak tanganku kedalam laut. Hmm, sekarang kami sudah resmi berkawan. Baru beberapa menit yang lalu aku, istri dan kedua adikku masih menjejak kaki di pulau Sulawesi. Tapi sekarang kami sudah berada di dalam sebuah kapal yang tengah melaju membelah perairan selatan
  • 23

    Jun

    Terpana di Tanjung Bira

    ———— “Jika Bali atau mungkin Lombok sudah terlalu mainstream, maka coba datanglah ke ujung selatan pulau Sulawesi. Datanglah ke Tanjung Bira” ———— Di suatu sore yang sedikit berawan, kubiarkan kaki-kakiku bertelanjang tanpa alas. Aku bebaskan mereka dari belenggu yang selama ini membatasi sentuhan langsung mereka dengan kulit bumi. Aku paparkan pori-pori telapak kakiku dengan bulir-bulir pasir pantai yang berserakan itu. Sungguh, ini untuk pertama kalinya aku merasakan pasir yang selembut itu. Rasanya kakiku seperti menginjak sebuah adonan tepung. Selain pasirnya yang putih dan lembut, airnya juga jernih. Saking beningnya, warna air laut disini tampak kehijau-hijauan. Satu lagi kekhasan dari pantai ini adalah adanya tebing-te
  • 5

    Jul

    Ketakjuban pada Masjid Raya Makassar

    Saat kunjungan keduaku ke Sulawesi Selatan, awal Juni 2012 yang lalu, aku dibuat takjub pada sebuah masjid yang terletak di salah satu sudut kota Makassar, tepatnya di Jalan Bulusaraung, Makassar. Sebuah masjid yang sangat megah dengan arsitektur perpaduan gaya eropa dan timur tengah. Warnanya yang putih bak pualam membuatnya sekilas tampak mirip bangunan Taj Mahal di India yang tersohor itu. Itulah masjid raya Makassar. Dari informasi di internet, Masjid Raya ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1949. Karena banyaknya kebocoran disana-sini, serta untuk menambah jumlah kapasitas jamaah, Masjid pun akhirnya di renovasi total pada akhir tahun 1999 dan selesai pertengahan tahun 2005. Peresmian penggunaan kembali masjid ini dilakukan oleh Bapak Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai W
  • 27

    Jun

    Singgah di Pare-pare

    Sore itu aku berada di sebuah mobil yang menderu cukup kencang. Jalanan yang cukup bagus dan sepi menjadi alasan kenapa pak supir berani memacu kendaraannya di kisaran 80 hingga 100 km / jam. Sudah lebih dari 3 jam lamanya aku berada di dalam mobil, sejak pesawat Garuda Indonesia yang membawaku terbang dari Surabaya menuju Makassar mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Ini adalah perjalananku yang kedua di Sulawesi Selatan. Selang beberapa menit kemudian, Pak Supir berseru, “kita hampir sampai di Pare-pare. Itu tandanya.” Tangannya menunjuk sebuah gapura bertuliskan, “Selamat datang di kota kelahiran Presiden RI ke-3, Prof. BJ.Habibie”. Ditengah lelah dan kantuk yang masih menyerang, aku berusaha melihat gapura yang ditunjuk
  • 1

    May

    Time to play at Trans Studio Makassar

    Trans Studio Makassar (TSM), sebuah theme park indoor yang konon merupakan salah satu theme park indoor terbesar di dunia. Dibangun di atas lahan sebesar 2.7 hektar, trans studio theme park menyajikan 21 wahana permainan yang terdiri dari 15 wahana permainan dan 6 wahana utama. Tiket masuk ke TSM dibagi menjadi dua macam. Tiket standard adala 100.000 untuk bermain di 15 wahana permainan. Jika ingin menikmati 6 wahana utama yakni Bioskop 4D, Jelajah, Dunia Lain, Dragons Tower, Magic Thunder Coaster dan Kids Studio, maka pengunjung harus merogoh kocek 50.000 rupiah lagi. Tapi untuk hari Senin s/d Jumat, cukup dengan 100.000 rupiah bisa untuk bermain di seluruh wahana. Sudah jauh-jauh ke Makassar, tidak lengkap rasanya kalau tidak meluangkan waktu ke TSM. Meskipun sudah tidak terlalu muda
  • 26

    Apr

    Romantisme Pantai Losari

    Berkunjung ke Makassar, tak lengkap rasanya jika belum menjejakkan kaki ke Pantai Losari. Di setiap brosur wisata, poster ataupun pamflet tentang wisata Makassar, foto pantai losari selalu menjadi menu utama didalamnya. Pantai Losari sebenarnya bukanlah sebuah pantai berpasir seperti pantai kuta, pantai parangtritis ataupun pantai kenjeran Surabaya, tetapi hanyalah sebuah bangunan beton untuk menahan air laut yang terhampar di pesisir barat kota Makassar. Hal yang menarik dari pantai Losari adalah adanya sebuah anjungan dengan tulisan PANTAI LOSARI. Bukan tulisannya yang menarik, tapi ide membuat tulisan itu yang membuatku sangat tertarik. Menurutku itu sebuah ide yang brilian. Tulisan itu serasa menjadi magnet bagi para pelancong untuk datang ke Makassar untuk kemudian berfoto dengan
  • 25

    Apr

    Semilir Angin Samalona dan Kokohnya Fort Rotterdam (Makassar Day 1)

    Makassar, ibu kota propinsi Sulawesi Selatan ini, sudah mempesonaku sejak pesawat citilink GA072 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Sebuah bandara yang luar biasa cantik dengan perpaduan arsitektur modern minimalis yang ramah lingkungan dengan bangunan khas Sulawesi Selatan, tepatnya Tana Toraja. Dari beberapa bandara yang sudah pernah kusinggahi di Indonesia, bandara ini menurutku yang terindah. Bangunan artistik di bandara Sultan Hasanuddin seolah menjadi gerbang eksotisnya pariwisata Sulawesi Selatan yang sesaat lagi akan kami jelajahi. Aga Kareba!! Sebelumnya, kami berdua memulai perjalanan ke Makassar ketika hari masih sangat pagi. Jam 4.45 pagi, tepat setelah sholat subuh, kami sudah berangkat dari rumah menuju bandara. Tepat pukul 7 pagi,
  • 20

    Apr

    Menaklukan Makassar

    Pada bulan Maret 2012 ini, perjalanan geografiku sampai pada kota di selatan pulau Sulawesi, Makassar. Ini adalah persinggahan pertamaku di kota yang dulunya pernah bernama Ujung Pandang ini. Alhamdulillah dan Aga Kareba! Itulah 2 kalimat pertamaku setelah pesawat citilink dengan nomor penerbangan GA072 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Jika selama 6 bulan terakhir ini, kisah perjalananku kebanyakan tentang pariwisata negeri tetangga, kini akhirnya aku bisa menuliskan kembali rekam jejakku di tanah airku tercinta, Indonesia. Miris memang, sebagai orang Indonesia, dalam 6 bulan terakhir ini, aku lebih sering jalan ke negeri tetangga daripada ke negeri sendiri. Ini bukan berarti bahwa aku tidak mencintai pariwisata negeri sendiri ataupun meremehkan. Hanya saja,
-

Author

Follow Me