• 22

    Feb

    Suatu Ketika Di Sibolga

    ———- “Sibolga, Negeri Berbilang Kaum” ———- Pada sekitar abad ke-19, ketika Belanda masih menguasai wilayah nusantara, saat Indonesia masih bernama Dutch East Indies alias Hindia Belanda, ada satu kota yang memegang peranan penting dalam hal perdagangan di pesisir barat Sumatera, terutama bagi karesidenan Tapanuli. Kota itu tidak terlalu besar sebenarnya, tetapi kondisi geografis membuatnya sangat pas untuk menjadi sebuah bandar atau pelabuhan. Meskipun berbatasan langsung dengan Samudera Hindia yang dikenal dengan ombaknya yang ganas, kondisi perairan di kota ini tidak terlalu berombak. Bahkan bisa dibilang sangat tenang. Ini tak lain karena kota tersebut terletak pada sebuah kawasan teluk bernama Teluk Tapian Nauli. Selain itu, pada jara
  • 13

    Feb

    Selamat Datang di Kuala Namu

    ———- “Bandara adalah pintu gerbang penting bagi sebuah negara. Kesan pertama yang ditunjukkan oleh bandara bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi para wisatawan untuk memilih, melanjutkan perjalanan atau pulang” ———- Megah. Bangunan itu bercat putih. Luasnya sekitar 118930 m2. Dia berdiri dengan kokoh di atas lahan seluas 1365 hektar. Atapnya berbentuk melengkung-lengkung laksana deretan pegunungan yang berbaris rapi. Kaca mendominasi dinding bangunan yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut didesain dengan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan matahari sebagai sumber cahaya utama. Diantara dinding-dinding kaca itu, tertempel beberapa huruf berwarna merah dengan kombinasi biru, yang membentuk tulisan Kuala Namu International Airport
  • 28

    Jul

    Jelajah Medan(Sumatera Utara Day 3)

    Kami berdua bangun cukup pagi di hari Minggu (17 Juli 2011). Ini adalah hari ketiga sekaligus hari terakhir perjalanan kami di Sumatera Utara. Rencananya hari ini kami akan berkeliling kota medan dengan naik becak motor, angkutan umum khas kota medan. Karena waktu yang sempit, kami memulai petualangan sepagi mungkin. Jam 12 siang nanti, kami sudah harus berada di pesawat karena itu adalah jadwal take off pesawat yang akan membawa kami pulang kembali ke Surabaya. Tujuan pertama kami adalah Masjid Raya Medan. Setelah dianalisa di google map, ternyata masjid ini hanya berjarak sekitar 1 km saja dari hotel, karena itu kami memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju Masjid. Rencananya pas pulangnya nanti, baru kami naik becak. Suasana lalu lintas medan di hari minggu ini cukup sepi. Konon k
  • 26

    Jul

    Menjelajahi belantara Sumatera (Sumatera Utara Day 2)

    Sabtu (16 Juli 2011) perjalanan menjelajahi belantara Sumatera Utara berlanjut. Ternyata cuaca hari ini masih tetap mendung. Tampaknya efek dari kebakaran hutan Riau ini menyebar ke seluruh pulau Sumatera. Tapi cuaca itu tidak menyurutkan langkahku untuk melanjutkan perjalanan travelling di belantara Sumatera Utara ini. Perjalanan hari kedua ini dimulai tepat jam 8 pagi. Setelah check out, kami langsung diantar Bang Ronal menuju pelabuhan Ajibata. Dari sini kami naik fery menuju Tomok di pulau samosir. Lama perjalanan Ajibata Tomok ini ditempuh dalam waktu 45 menit. Suasana didalam Fery sangat ramai dan riuh dengan obrolan para penumpang yang kebanyakan adalah warga samosir ataupun parapat. Mereka berbicara dengan suara lantang khas batak. Hmm, rasanya seperti di negara antah berantah,
  • 25

    Jul

    Singgah di Danau Toba (Sumatera Utara Day 1)

    Perjalanan hidup akhirnya membawaku ke Pulau Sumatera. Yah, di usia yang sudah menginjak 28 ini, aku belum pernah menginjakkan kaki di salah satu pulau besar di Indonesia ini. Memang sih aku sudah pernah ke Batam, tapi Batam kan sebuah pulau tersendiri, meski masih bagian dari salah satu propinsi di pulau sumatera. Berbekal (lagi-lagi) tiket promo dari maskapai low cost carrier terbaik di dunia, aku dan istriku akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Pulau Sumatera. Perjalanan dimulai hari Jumat yang lalu, 15 Juli 2011. Pesawat take off dari Bandara Juanda, Surabaya pukul 8.40 pagi menuju Medan. Perjalanan Surabaya Medan memakan waktu 3 jam. Perjalanan yang sebenarnya cukup lama dan membosankan. Untunglah istriku membawa serta mp3 playernya, jadi lumayan terhibur. Hal yang paling tidak
-

Author

Follow Me