• 19

    Mar

    Hotel Sheraton Surabaya, Hotel Ramah Lingkungan di Surabaya

    Sejak beberapa tahun terakhir, isu lingkungan dan perubahan iklim global menjadi isu yang sangat banyak dibicarakan di ranah publik. Kampanye akan pentingnya kesadaran alam dan lingkungan menjadi hal yang sangat marak dimana-mana. Apalagi beberapa fakta menunjukkan bahwa dampak dari perubahan iklim global sudah terlihat dengan jelas, salah satunya dengan sudah mulai banyaknya es yang mencairi di daerah kutub serta seringnya terjadi perubahan cuaca secara ekstrem. PBB sendiri, juga turun tangan untuk menanggapi isu ini dengan cara mengadakan konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan setiap tahun sejak Protokol Kyoto disepakati 15 tahun silam. Salah satu kampanye lingkungan yang cukup populer sekitar lima tahun terakhir ini adalah Earth Hour. Earth Hour adalah gerakan yang diprakars
  • 20

    May

    Mengunjungi Monumen Peringatan Tsunami Aceh

    ———- “Pengingat sejarah, pengenang peristiwa, itulah salah satu fungsi Monumen yang banyak tumbuh di muka bumi ini, baik itu monumen yang sengaja dibuat maupun monumen yang ada dengan sendirinya” ———- Kapal itu tampak begitu besar dan kokoh. Konon bobot matinya mencapai 2600 ton. Hampir sekujur tubuhnya terbuat dari besi dan baja. Hanya beberapa bagian saja yang terbuat dari logam lain ataupun kayu. Di beberapa bagian tubuhnya, terdapat lambang Petir berwarna merah yang dibingkai oleh sebuah persegi panjang berlatar belakang warna kuning. Itulah PLTD Apung, salah satu pembangkit listrik milik PT PLN. Pembangkit Listrik berbahan bakar solar dengan kapasitas 10.5 MW ini didatangkan ke Aceh pada sekitar tahun 2003 untuk menyuplai energi listr
  • 12

    May

    Parade Budaya dan Pawai Bunga Surabaya 2014

    Jika anda bukan warga kota Surabaya dan ingin berkunjung ke Surabaya, saat sekarang ini, saat yang tepat untuk datang ke kota Pahlawan ini. Jika selama ini Surabaya lebih banyak dikenal sebagai kota kunjungan untuk kegiatan MICE alias Meeting Incentif Convention Exhibition ataupun pintu gerbang destinasi wisata di Jawa Timur seperti Gunung Bromo, Batu, Kawah Ijen, maka di bulan Mei ini, justru Surabaya-lah menjadi pusat kegiatan wisata di Jawa Timur. Bulan Mei adalah bulannya kota Surabaya. Di akhir mei nanti, tepatnya di tanggal 31 Mei, kota Surabaya merayakan hari jadinya. Untuk menyemarakkan hari jadinya, Surabaya menggelar banyak sekali acara dan festival selama bulan Mei ini. Serangkaian kegiatan itu sayang sekali untuk dilewatkan, baik oleh warga Surabaya sendiri maupun para wisa
  • 18

    Apr

    Bersujud di Baiturrahman

    ———- “26 Desember 2004, saat guncangan gempa dan terjangan tsunami meluluhlantakkan kota Banda Aceh dan sekitarnya, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, dengan memberikan perlindungan kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersujud di Baiturrahman, di rumah-Nya yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang” ———- Bangunan itu tampak gagah dan anggun. Berwarna putih hampir di seluruh bagian dindingnya. Sinar mentari yang bersinar cukup terik di hari yang menjelang siang ini membuat bangunan itu berpendar, sehingga tampak lebih berkilau. Di bagian atapnya terpasang 7 buah kubah yang cukup besar berwarna hitam pekat. Bangunan itu mempunyai luas 4760 m2 dan berdiri di sebuah area seluas sekitar 4 hektar. Di sebelah timur bangunan terdapat sebuah kola
  • 22

    Feb

    Suatu Ketika Di Sibolga

    ———- “Sibolga, Negeri Berbilang Kaum” ———- Pada sekitar abad ke-19, ketika Belanda masih menguasai wilayah nusantara, saat Indonesia masih bernama Dutch East Indies alias Hindia Belanda, ada satu kota yang memegang peranan penting dalam hal perdagangan di pesisir barat Sumatera, terutama bagi karesidenan Tapanuli. Kota itu tidak terlalu besar sebenarnya, tetapi kondisi geografis membuatnya sangat pas untuk menjadi sebuah bandar atau pelabuhan. Meskipun berbatasan langsung dengan Samudera Hindia yang dikenal dengan ombaknya yang ganas, kondisi perairan di kota ini tidak terlalu berombak. Bahkan bisa dibilang sangat tenang. Ini tak lain karena kota tersebut terletak pada sebuah kawasan teluk bernama Teluk Tapian Nauli. Selain itu, pada jara
  • 13

    Feb

    Selamat Datang di Kuala Namu

    ———- “Bandara adalah pintu gerbang penting bagi sebuah negara. Kesan pertama yang ditunjukkan oleh bandara bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi para wisatawan untuk memilih, melanjutkan perjalanan atau pulang” ———- Megah. Bangunan itu bercat putih. Luasnya sekitar 118930 m2. Dia berdiri dengan kokoh di atas lahan seluas 1365 hektar. Atapnya berbentuk melengkung-lengkung laksana deretan pegunungan yang berbaris rapi. Kaca mendominasi dinding bangunan yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut didesain dengan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan matahari sebagai sumber cahaya utama. Diantara dinding-dinding kaca itu, tertempel beberapa huruf berwarna merah dengan kombinasi biru, yang membentuk tulisan Kuala Namu International Airport
  • 4

    Feb

    Jembatan Ampera dalam Rekaman Lensa

    ———- “Ketika kata tak mampu terucap, aksara tak sanggup terangkai, biarkanlah foto yang berbicara” ———- Malam ini, ketika aku menggerakkan tuts-tuts keyboard laptopku, mengetikkan satu demi satu huruf ke layar, tiba-tiba aku seperti kehilangan kata-kata yang hendak ku tulis. Sudah saatnya bagiku untuk memperbarui isi postingan di blog tercinta ini setelah terakhir aku melakukannya lebih dari seminggu yang lalu. Seminggu sebenarnya waktu yang belum terlalu lama bagiku, tetapi setelah apa yang terjadi di bulan Januari kemarin, rasanya aku tidak ingin kehilangan momentum itu. Sambil berusaha bercerita, mataku memandang lekat foto-foto jembatan Ampera yang pernah ku ambil ketika bertandang ke Palembang. Tak terasa, ternyata banyak sekali. Ada
  • 5

    Jan

    Menikmati Sore Ala Palembang

    Sore itu sebenarnya biasa saja. Tidak ada yang spesial, masih sama dengan sore-sore yang biasanya. Tapi jadi spesial buatku karena lokasinya. Ini yang pertama kalinya buatku menjejak kaki di tempat ini. Suara gelombang air dan desiran angin langsung menyambutku begitu keluar dari mobil angkot yang kutumpangi. Hmm, segar dan hangat sekali. Lagi tengah berjalan menikmati suasana, tiba-tiba seorang anak kecil menabrakku. Maaf, ujarnya singkat dengan nafas yang tersengal-sengal, sambil kemudian meneruskan larinya. Di belakangnya seseorang berlari mengejarnya. Keduanya saling berteriak dan tertawa. Mataku terus mengamati keduanya sampai akhirnya si pengejar berhasil menangkap yang dikejar. Aku tersenyum. Ah, jadi terkenang masa kecil dulu, batinku. Anganku buyar ketika sebuah becak melesat t
  • 29

    Dec

    Menyapa Musi

    Di penghujung tahun 2013 ini, satu lagi kota di nusantara tercinta ini aku jejaki. Kota yang terkenal akan kudapan khasnya yang berbahan dasar ikan. Kota yang memiliki sungai terbesar di pulau Sumatera. Dan juga kota yang merupakan tuan rumah pekan olahraga Asia Tenggara, Sea Games tahun 2011 dan Islamic Solidarity Games (ISG) beberapa bulan yang lalu. Saat mendengar rencana bahwa aku akan berangkat ke kota ini dalam rangka dinas, serta merta aku langsung teringat komentar salah seorang kawan pada salah satu tulisanku di blog ini, tentang Bangkok dan sungai Chao Phraya-nya. Kalau hanya ingin sekedar menikmati pemandangan sungai, Melihat bagaimana sebuah sungai menjadi denyut nadi kehidupan dan asal muasal sebuah peradaban, Kau tidak perlu jauh-jauh ke Thailand. Cukup saja datang ke Pal
  • 2

    Jun

    Jelajah Balikpapan

    Balikpapan, nama dari sebuah kota modern yang terletak di pesisir timur pulau Kalimantan. Sejak masa penjajahan Hindia Belanda, kota ini menjadi salah satu pusat perekonomian, terutama sejak ditemukannya sumber-sumber minyak. Sejak saat itu, terjadilah eksodus para pekerja di pulau Jawa ke Kalimantan. Sebuah aktivitas yang ternyata berlanjut hingga saat ini. Bagi propinsi Kalimantan Timur, Balikpapan adalah salah satu kota yang mempunyai peranan penting dalam laju pertumbuhan ekonomi. Selain karena kaya minyak, Balikpapan adalah pintu gerbang utama propinsi ini, yakni melalui Bandar udara internasional Sepinggan dan Pelabuhan Semayang. Setelah berjibaku dengan project selama 5 hari penuh, saatnya bagi tim untuk pulang kembali ke Jawa. Tapi kali ini aku memilih untuk tetap bertahan dan m
- Next

Author

Follow Me