• 3

    Jan

    Mendua

    Setelah lebih dari 5 tahun setia ngeblog di blogdetik, di awal tahun 2015 ini akhirnya memutuskan untuk mendua. Mulai awal tahun 2015 ini, aku akan mengelola dua buah blog, yakni blog ini, http://wongkentir.blogdetik.com/ dan juga blog baru yaitu http://www.suryahardhiyana.com/. Keputusan ini dilatarbelakangi oleh keinginan memiliki sebuah blog dengan branding pribadi. Sudah lama sebenarnya ingin memiliki blog dengan nama sendiri, tetapi sering terbentur oleh beberapa hal yang perlu pertimbangan. Yang pertama adalah traffic blog. Dengan usia yang sudah mencapai 5 tahun lebih, blog ini sudah memiliki traffic yang cukup baik. Oleh google, blog ini mempunyai page rank 3, yang artinya sudah cukup lumayan untuk ukuran blog yang jarang update, he he. Beberapa artikel di blog ini juga pernah
  • 1

    Dec

    Suatu Pagi Di Stasiun

    Stasiun telah ramai pagi ini. Padahal dua jarum sebuah jam dinding yang terpasang di tembok stasiun baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Entahlah apa yang telah membuat para manusia sudi berhiruk-pikuk di stasiun sepagi ini. Apakah para manusia itu mempunyai waktu yang berbeda dengan waktu stasiun. Setahu saya didunia ini, pada setiap tempat, Tuhan hanya memberikan satu waktu saja, tidak kurang dan tidak lebih sedetikpun. Seorang anak muda baru saja masuk kedalam stasiun. Dia membawa sebuah tas ransel besar. Dia memakai kaus berwarna putih dan celana jeans biru yang sudah sangat kumal. Wajahnya sebenarnya tidak bisa dibilang ramah. Rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan terurai. Di wajahnya terdapat bekas sayatan pisau yang melintang panjang sedikit dibawah mata kirinya. Badanny
  • 12

    Oct

    Wongkentir Magazine Edisi 3 Kalimantan Selatan

    Syukur Alhamdulillah, setelah penantian hampir lima bulan lamanya, akhirnya selesai juga Edisi ketiga dari Wongkentir Magazine. Waktu yang masih cukup lama antar edisi. Tapi apapun itu, aku bersyukur, diantara kesibukan, masih sempat menyelesaikan proyek idealis ini. Wongkentir Magazine edisi ketiga ini masih mengandalkan aplikasi layouter open source yakni Scribus. Terima kasih buat pengembang Scribus. Jika di edisi sebelumnya, aku tidak jadi menulis tentang Kalimantan Selatan, padahal sudah tertulis di next edition, maka kali ini, aku tepati janjiku untuk menulis tentang Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan dengan ibukotanya Banjarmasin sejak lama menjadi salah satu kota yang menjadi pusat perekonomian di pulau Kalimantan. Dengan potensinya, Banjarmasin terus membangun dirinya agar
  • 29

    Apr

    Wongkentir Magazine Edisi 2 Banyuwangi

    Wow, setelah penantian hampir 10 bulan, akhirnya terbit juga edisi kedua dari wongkentir magazine. Waktu yang sangat tidak singkat. Tapi apapun itu, aku harus bersyukur. Alhamdulillah. Diantara kesibukan, sempat juga membuat projek idealis ini. Wongkentir Magazine edisi kedua ini masih dibuat dengan aplikasi layouter open source yakni Scribus. Sebelumnya mohon maaf jika pada edisi kedua ini tidak jadi menampilkan kisah tentang Kalimantan Selatan seperti yang sudah direncanakan dan ditulis di next edition di edisi pertama dengan alasan teknis. Sebagai gantinya, pada edisi kedua ini aku akan berkisah tentang Banyuwangi, sebuah kabupaten di ujung timur pulau Jawa yang dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi buah bibir di kalangan wisatawan baik mancanegara maupun di tanah air. Selama ini
  • 27

    Aug

    Republish My Old Blog (1) : My First Flying

    Malam ini, Selasa 27 Agustus 2013, entah mengapa tiba-tiba keingat blog lama yang sudah tidak terurus. Buka laptop, pasang modem, dan aku pun berselancar menuju blogku. Tidak susah mengingat nama blognya meski sudah lama sekali aku tinggalkan karena memang namanya sama dengan blog ini, hanya platform blognya saja yang berbeda. Tanpa sadar mulut ini tersenyum saat mata melihat satu demi satu postingan disana. Entah karena kisahnya memang lucu, atau karena cara penulisan dan kata-katanya yang aneh. Membaca baris demi baris kalimat yang tersusun disana bak membuka kembali kenangan masa lalu yang pernah kujalani. Tiba-tiba terlintas ide untuk mere-publish beberapa postingan yang ada disana. Terutama ketika lagi nge-blank atau tidak ada ide untuk postingan. Jadi blog tetap update, he he he.
  • 14

    Jul

    Memperkenalkan Wongkentir Magazine Edisi Perdana

    Alhamdulillah, akhirnya kelar juga edisi perdana dari project digital magazine-ku. Majalah yang kuberi nama sama dengan blog ini, Wongkentir, melengkapi catatan perjalananku setelah sebelumnya selama lebih dari tiga tahun berkecimpung di dunia blog melalui wongkentir.blogdetik.com Memiliki majalah sendiri adalah sebuah impian. Maklumlah, sejak jaman masih sekolah dulu hingga sekarang ini, banyak artikel yang kukirim ke berbagai majalah ditolak alias gagal cetak. Sempat tidak percaya diri, tetapi kemudian mempunyai ide brilian, bahwa satu-satunya cara agar tulisanku bisa dimuat ya membuat majalah sendiri, he he he. Tapi mempunyai majalah sendiri di masa lalu adalah sesuatu yang mustahil. Majalah identik dengan sebuah produk percetakan sehingga untuk membuatnya tidak hanya dibutuhkan tul
  • 11

    Jul

    Menulis Catatan Perjalanan

    Kisah perjalanan adalah sebuah cerita yang tidak akan pernah lekang dimakan jaman. Sebuah kalimat yang kudengar saat mengikuti sebuah workshop menulis yang diselenggarakan oleh almamaterku tercinta, Teknik Informatika ITS, beberapa minggu yang lalu. Sebuah kalimat yang meluncur dari Agustinus Wibowo, seorang penulis sekaligus penjelajah yang karyanya sangat menginspirasi. Dan dari berbagai kisah perjalanan itulah, wajah dunia terungkap. Manusia bergerak. Peradaban pun berubah. Cerita perjalanan sudah ada sejak jaman dulu. Salah satu buktinya yang terkenal adalah tulisan milik Antipater, seorang pelancong dari Sidon, Yunani yang menulis Tujuh Keajaiban Dunia pada sekitar tahun 140 Sebelum Masehi. Hanya satu dari tujuh bangunan tersebut yang masih tersisa, yakni Piramida di Mesir. Tapi
  • 27

    Sep

    Keceriaan bernama Sepakbola di Asam asam

    Sudah lama sepasang kakiku ini tidak merasakan rumput lapangan sepak bola. Seingatku, terakhir aku bermain bola di lapangan rumput adalah pas lebaran 2007. Kala itu aku bermain bola bersama teman-temanku SMA. Memang sampai sekarang aku masih rutin bermain bola, tetapi itu bukan di lapangan rumput, tetapi di lapangan futsal. Meski secara permainan, kedua jenis olah raga ini sebenarnya sama, tapi bagiku ada sensasi yang berbeda ketika bermain futsal, yang kebanyakan dilakukan didalam ruangan a.k.a indoor, dengan bermain sepak bola. Kerinduan itu akhirnya terobati kalau aku berkunjung ke kota Asam asam, Kalimantan Selatan, masih dalam rangka perjalanan dinas. Dahaga kaki kaki ini akhirnya terpuaskan. Meski bukan lapangan rumput yang rata. Meski bukan lapangan sepakbola ukuran standard inte
  • 4

    Sep

    Picture Story : Pulang

    Kala mentari baru saja memancarkan sebagian energinya. Kala sisa-sisa dinginnya angin malam masih terasa menembus kulit. Kala nadi pasar terapung masih berdenyut di antara riak-riak sungai kuin yang berwarna kecokelatan. Kala itu, sepasang mataku menatap lekat seorang ibu yang tengah mengayuh jukungnya di belantara sungai kuin yang sangat luas. Tidak ada yang istimewa dari ibu itu sebenarnya. Pakaiannya, jukungnya, bedak dinginnya, hampir sama dengan ibu-ibu pedagang lain yang meramaikan suasana pagi di pasar terapung muara kuin. Yang membuat dirinya beda adalah kenyataan bahwa ibu itu mendayung jukungnya justru menjauhi keramaian pasar. Tatkala pasar masih sangat riuh oleh transaksi, dia justru pergi meninggalkannya. Pulang, itulah tak lain tujuannya. Purna sudah tugasnya di hari ini.
  • 12

    Aug

    Postingan ke 100, Sebuah Review

    Alhamdulillah, sampai juga ternyata blog ini pada postingannya yang ke 100. Gak nyangka. Sebenarnya tidak berniat bikin postingan khusus, karena memang awalnya tidak sadar bahwa sudah ada 99 artikel terposting di blog ini. Sampai pada hari ini, Jumat 10 Agustus 2012, ketika tengah membaca dashboard blog, terpampang informasi tersebut. Akhirnya muncul ide untuk membuat sedikit review tentang bagaimana perjalanan blog ini. Blog ini sebenarnya terbuat secara tidak sengaja. Saat itu, di awal bulan Desember 2009, blogdetik bersama dengan Nadine Chandrawinata menyelenggarakan lomba blog bertema wisata dengan hadiah (kalau tidak salah) jalan-jalan ke Ancol dan makan malam bersama Nadine. Aku pun tertarik. Nah, sebenarnya saat itu aku sudah mempunyai satu blog di blogspot. Tetapi entah kenapa,
- Next

Author

Follow Me